Monday, May 23, 2016

JAM PASIR



Detik waktu laju berlari
Gurat gurat muncul menyerabut
Bibir berusaha bijaksana
Tapi hati terasa membatu

Jalan pulang kepada Mu semakin terang
Namun lampu kota masih menyilaukan
Hatiku masih silau dengan neon neon itu
Sementara waktuku tidak lagi sedikit

Bagaimana caranya membedakan bisikanMu?
Mengapa aku masih tak bisa mengenali suara Mu?
Mengapa di telingaku suara Mu masih terdengar sayup sayup?
Aku pusing dengan suara para perayu yang membujuk tak memberi ku masa tuk bernapas

Tuhan... dengan guratan yg menyerabut ini aku masih tidak mampu membedakan suara Mu diantara suara suara setan.

Sementara pasir di jam Mu semakin cepat turun berkurang...
Takkan bisa dibalik lagi...

Selamatkan aku...


No comments: