Sudah melakukan apa saja? Begitu pertanyaan yang mengejarku, menekan dan menaikkan degub jantung. Padahal tak ada orang yang membisikkannya telingaku, tapi horrornya berhasil membuatku merinding.
Suaranya berulang-ulang kali muncul, menanyakan hal yang sama 'sudah melakukan apa saja?'
Baiklah...
Aku adalah karyawati bank swasta, milik Jepang, khusus bergerak di corporate banking. Tercatat sebagai karyawati sejak 2001, sampai sekarang. Kurang setia apa?
Dulu, aku terheran-heran dengan generasi papaku yang betah bekerja di satu institusi saja, maklum PNS.. tentu sudah merasa aman dengan jaminan pensiun dan ASKESnya, walaupun gaji tak seberapa. Namun, simsalabim...mulutku adalah harimauku... aku tidak mau beranjak dari perusahaan tempatku bekerja sekarang ini karena alasan yang sama. Sudah 25 tahun.
Aku adalah ibu dari seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Anak tertuaku hampir berusia 17 tahun. Sejak kelahirannya di tahun 2009 peranku bertambah. Hampir sebagian besar waktuku habis di kantor, hanya ada sisa waktu dan sisa tenaga untuk menemani mereka bermain, menjadi sandaran kesedihan atau kemarahan setelah bertengkar, menjadi sopir siaga kalau perlu melarikan mereka ke rumah sakit saat demam tinggi.
Jadi koki, sudah pasti.. walaupun ada mba yang bekerja di rumah, namun anak-anakku tetap menunggu masakanku... Saat bersamaan aku juga harus memperhatikan capaian belajarnya, mendampingi menyelesaikan tugas sekolah...yang terus terang saja memancing emosiku.
Sabtu dan Minggu adalah hari jalan-jalan dan kulineran. Hari itu, selain menjadi driver aku juga menjadi ATM berjalan.
Hanya bertiga? Ya kami hanya bertiga.. dan sudah selama itu aku menjadi payung untuk kami bertiga.
Lalu suara itu tetap bertanya 'sudah melakukan apa saja?'. Berbisik bukan di telinga, melainkan mendengung dan bergema di kepala membuatnya berputar-putar.
Apakah boleh aku sebut berulang-ulang yang sudah kulakukan selama ini ya Allah?
Walaupun aku tau masih sedikit sekali yang sudah aku lakukan dibandingkan orang lain.
**
