Wednesday, January 25, 2006

Harapan yang Tertunda

Seminggu belakangan saya punya kegemaran baru. Yaitu mendengarkan lagu milik Hirahara Ayaka yang berjudul Anata no Ude no Naka de. Beberapa kali saya coba menawarkan lagu ini kepada teman-teman saya yang ribuan mil jauh dari saya saat ini. Namun beberapa kendala teknis pula yang ternyata tak mengizinkan saya berbagi rasa lewat lirik yang dilantunkan dengan merdu penuh nuansa romantis dalam setiap tarikan nafas si cantik Hirahara. Teman-teman saya memang tidak ingin mendengarkannya dikarenakan faktor bahasa yang tidak mereka pahami. Sementara saya tak henti-hentinya meresapi kata perkata. Yang celakanya semakin mengingatkan jauhnya jarak saya dari harapan yang ada di dalam lagu ini. Mungkin benar adanya, rasa kehilangan itu harus saya akui juga.


Anata no Ude no Naka de
(in your arms)

yoake no sora ga futari wo terasu
atarashii asa ni me wo aketara
mabushii hikari no naka anata ga iru

tsunaida te kara afureru omoi
yasashiku karada wo kaze ga tsutsumu
yume no you na toki ga oshiyoseru
eien wo chikau kotoba wo kiita
ima kono basho de

anata wo shinjite
furisosogu ai ni owari wa nai to kanjita
anata no ude no naka de

aenai yoru wa sora wo miagete
anata no suki na uta kuchizusanda
tooku nagai mirai egakinagara
kono mama kokoro wo fukaku kasanete
aruite yuku no anata to

hateshinaku hiroi kono sekai
anata ni deaeta kiseki
sora wo takaku tabidatsu tori no you ni
koko kara tobidasou

tsubasa wo hirogete
donna arashi demo koete yukeru yo
futari de ashita e We're the one, and we can fly
yozora ni kagayaku hoshi ni dakare
subete wo ima anata to ikite yuku

No comments: