Thursday, May 01, 2008

Tersesat

Pernah Tersesat? Rasanya ngga enak banget. Bolak-balik mencari arah yang benar.

Beberapa hari lalu aku tersesat mencari Pondok Indah Plaza. Sampainya malah di Pondok Indah Mal. Belum lagi menahan malu karena terlambat. Duh ngakunya 6 tahun tinggal di Jakarta dan suka jalan-jalan, tapi ngga bisa membedakan Pondok Indah Mal dan Pondok Indah Plaza. Terlebih lagi, sok tau pula sehingga nggak bertanya lagi di mana lokasi persisnya.

Lain waktunya aku tersesat di daerah Pondok Bambu mencari rumah sodara sendiri. Berputar-putar di sekitar jalan gading mencari Gading IX. Lupa belokan. Sampai dimarahi sopir taxi "sebenarnya pernah ke sini ngga sih Mba?"

Lain harinya lagi, tersesat di Tebet Timur, mencari rumah saudara juga. Bukan hanya lupa gang yang mana, jalan besarnya sekalian juga nggak tau. Kali ini aku ngaku belum pernah ke daerah yang dicari, jadi ngga dimarahi sopir taxi lagi.

Tapi untungnya dalam ketiga kejadian itu aku ditolong oleh sopir taxi, akhirnya bisa sampai dengan selamat.

Lain halnya lagi, kalau kita tersesat karena ngga tau tujuan mau ke mana. Biasanya aku bukan saja merasa bosan tapi juga menjadi boros. Jalan-jalan ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak akan meninggalkan memori indah yang lama, alias hanya kenyamanan sesaat. Saking ngga jelasnya, hampir saja hari ini aku menjawab "terserah" kepada sopir taxi waktu menanyakan "mau ke mana Mba?"

Membeli barang-barang yang sebebarnya nggak aku perlukan. Bahayanya lagi, rasa ingin memilikinya hilang sekejap saja setelah aku membayar di kasir. Mau membatalkan, gengsi dong.

Nah tersesat yang satu itu jelas bukan dikarenakan aku sudah tau tujuan akhirnya tapi ngga tau mencapainya. Tersesat ini justru dikarenakan aku ngga tau sebenarnya mau ke mana dan mau mencari apa?

Hari-hariku sekarang dipenuhi dengan semua pertanyaan seperti itu. Mau kemana? Mencari apa? Kenapa aku kerja sampai malam setiap hari? Apa yang aku ingin lakukan selanjutnya beberapa tahun ke depan? Apa rencanaku? Apa yang belum aku capai? Apa yang ingin aku miliki selanjutnya? Apa tujuan hidup ku sebenarnya?

Semua pertanyaan itu belum aku temukan jawaban yang memuaskan. Sehingga untuk menjawabnya aku harus berputar-putar.

Hampir ngga ada bedanya juga rasa tersesat karena kehilangan tujuan hidup dengan tersesat karena salah tujuan ke Pondok Indah Plaza. Sama-sama menghabiskan waktu dan biaya.

Tapi berputar-putar mencari tujuan hidup rasanya lebih capek. Mau rasanya beristirahat tapi bagaimana caranya? Mau berhenti mencari, tapi nggak tau mau mulai dari kapan. Mau terus melanjutkan mencari, tapi ngga tau apa yang dicari.

2 comments:

Anonymous said...

baca artikelnya aku jadi teringat kisah seorang sahabat.Dia juga memiliki cerita yg persis sama.merasa tak tahu hrs melangkah kemana, hilang tujuan, jenuh dan merasa pengen berhenti sejenak,tapi tidak bisa.menurutku, artikel ini kurang lebih sptnya menggambarkan jati dirimu.satu solusi dariku."berkeluargalah".hanya dengan pendamping insya Allah hidup kita akan menjadi tenang.spt yang aku ungkapkan persis sama kpd sang sahabat.smoga menjadi suatu nasehat yang berguna.Good Luck!.
from : Old Friend.

Cinta Bunda said...

Sounds like me... :'(