Saturday, May 03, 2008

L U P A

Sejak dulu, aku gampang lupa atau gampang melupakan sesuatu. Lebih tepatnya gampang melupakan sesuatu karena malas mengingat dengan serius. Makanya aku paling sering nyasar. Kalau nyetir selalu salah jalan dan ragu belokan.

Barang-barang kecil yang seharusnya selalu melengkapiku juga tak luput dari kelupaan. Lupa pakai jam tangan lah. Lupa HP atau dompet karena ketingalan di rumah atau laci kantor lah. Untung aku tingal dekat sekali dengan kantor jadi ngga memerlukan ongkos untuk pulang dan pergi kerja. Belum lagi lupa membelikan titipan barang kalau ke supermarket atau toko buku padahal sudah bawa catatan. Lupa bayar kos, lupa bayar arisan sampai ditagih. Lupa bayar uang langganan majalah Tempo sampai orangnya mesti bolak balik ke kantor mencari. Begitu security menyampaikan lewat telpon “Tukang majalah lagi nungguin mba”, aku langsung menjawab “Iya, segera…” tapi ngga kunjung muncul. Satu jam kemudian baru ingat kalau ada yang sedang menungguku. Sudah terjadi tiga kali nih. Bulan lalu, aku hampir melupakan ulang tahun kakakku.

Ada beberapa faktor penyebab yang menambah daftar lupaku akhir-akhir ini (bukan maksud bela diri ya ) yaitu;

Lupa bawa HP karena aku sebenarnya kurang suka pakai HP. Dalam satu hari belum tentu aku menggunakannya kecuali untuk alarm. Pas makan siang malas aku bawa-bawa HP karena biasanya ada saja orang telpon urusan kerjaan. Bikin pendek acara makan siangku. Kalau pagi-pagi ada yang telpon palingan cuma mau kasih kabar “Mba Lenny, aku hari ini ngga bisa masuk kerja karena sakit….” dari adik-adik di departemenku.

Lupa jam tangan mungkin dikarenakan aku tidak begitu suka memakai perhiasan. Satu-satunya perhiasan yang aku pakai hanyalah anting panjang yang harganya super murah. Jam tangan ini juga punya mama, karena aku merasa ngga perlu beli dan mama masih punya dua jam tangan lagi yang nganggur.

Mengingat ulang tahun kakakku sama saja dengan mengingat usiaku sendiri karena kami cuma beda satu tahun. Mengingat usiaku adalah hal yang aku hindari akhir-akhir ini. Rasanya menakutkan juga segera menjadi 31 tapi masih single…hehehehe.

But anyway, hal-hal yang seharusnya tidak boleh lupa malah aku lupakan. Seperti; lupa mendaftarkan transaksi derivative, sehingga membuat satu kericuhan di kantor. Atau lupa mengecek credit rating customer sampai dapat terguran dari bosku. Dan lupa juga mengecek credit outstanding dan lupa request SBLC sehingga membuat LLL minus. Hmmmhhh, lupa yang terakhir ini membuat kinerjaku drop.

Kata satu temanku, “Lupa itu bahaya lho, ntar kalau dah merit lupa lagi udah punya suami….”. Walaupun kedengarannya hiperbola….tapi mungkin saja bisa menjadi seektrim itu.

Kata Dr. Elisa Lottor, penyebab dari turunnya daya ingat atau lupa ini adalah dikarenakan fungsi dari otak sangat bergantung kepada neurotransmitter, yang bekerja seperti pengantar pesan di otak. Kalau otak tidak punya neurotransmitter yang cukup, atau kekurangan nutrisi pembentuknya, maka akan terjadi kekosletan di dalam otak sehingga memory tidak tersimpan baik. Protein adalah salah satu komponen yang dibutuhkan untuk membentuknya.

Khususnya untuk perempuan yang sedang dalam program pengurusan badan dengan mengatasnamakan diet berhati-hatilah karena diet itu bekerja dengan cara membuang protein yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh otak. Sama halnya dengan mangkonsumsi fast-food yang tinggi lemak tapi rendah gizi karena tidak memberikan cukup protein ke badan kita.
Penyakit lupa gampang diderita oleh perempuan dari pada laki-laki, apalagi di zaman sekarang lupa menjadi lebih cepat menyerang perempuan. Salah satunya karena; pada generasi terdahulu, perempuan hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan rumah adalah satu-satunya sentral tempat perempuan bekerja. Namun sekarang ini, seorang Ibu Rumah tangga selain mengurus keluarga juga bekerja di kantor atau menjadi mahasiswi yang juga menjemput anak-anaknya pulang sekolah, berbelanja dan lain-lain. Singkat kata di zaman sekarang ini, seorang perempuan secara tak sadar dituntut untuk melakukan segalanya.

Lain lagi pendapat mamaku tentang penyebab penurunan daya ingat. Mamaku melihatnya dari sisi psikologis. Beliau bilang, daya ingatku yang kacau akhir-akhir ini lebih dikarenakan banyaknya pikirkan yang dipikir sendirian, dan tidak membaginya dengan yang lain, sehingga otak mengalami kekacauan menyusun perintah-perintah dan menjadi tidak fokus terhadap segala sesuatunya. Mungkin nggak ya....?

No comments: