Thursday, February 23, 2006

Project Design Matrix for Emotion

Dalam setiap strategi berjuang, saya menyadari kapan harus maju, kapan harus bertahan, dan kapan harus mundur. Tapi untuk kali ini saya dibuat ragu mana yang harus dipilih. Logika dan emosi saya ajak kompromi. Seperti biasa, logika saya lebih dominan. Walaupun untuk sesuatu yang berurusan dengan rasa.

Apakah saya salah ketika terlalu banyak berfikir antara menolak atau menerima? Bertindak atau harus menunggu?

Hari ini, emosi saya berkata "Jangan berhenti". Tapi otak saya berputar cepat dengan segala kunci logika yang tak terbantahkan, menitah "MUNDUR". Semua langkah saya evaluasikan, tepat seperti menyusun suatu Project Design Matrix (PDM). Satu setengah tahun sudah cukup panjang untuk proyek ini. Tapi memang aktifitas tidak teraplikasikan dengan baik. Indikator hanya jumlah email, telpon dan chatting. Serta kata-kata "special" dalam setiap ucapan. Tetapi, sangat abstrak. Semua "smiley" yang dikeluarkan tetap saja tidak dapat dievaluasi sebagai perwakilan dari rasa yang tak terbaca.

Oleh karena itu, saya harus menentukan sikap, memperpanjang waktu atau sekalian menggagalkan.

Dengan menimbang kepentingan menyangkut pihak ketiga yang mungkin ada, dan menyadari bahwa ternyata output tidak sesuai dengan "main assumption" saat menyusun PDM. Maka dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri dari proyek yang saya beri nama "Emotion" ini.

Saya tidak akan menjadikan dirimu output lagi.

End of Report.....

Beppu, 23 Feb 2006

No comments: