Abadi....begitulah saya namakan teratak ini. Bukan untuk dipamerkan, melainkan hanya sebagai tempat menyimpan kenang-kenangan hidup yang selalu saya syukuri. Abadi....menjadi tempat untuk mengingatkan saya akan rasa dan fikiran yang mungkin menghilang seiring waktu berjalan. Abadi...menjadi tugasnya mengabadikan cerita perjalanan hidup yang tidak untuk dibanggakan melainkan untuk diingat oleh saya sendiri.
Monday, September 14, 2015
TanganMu
Aku mulai merasakan tanganMu bergerak.
Menemukan yang menghilang,
Tapi memisahkan lagi pelan-pelan.
Semakin berusaha mendekat, tapi
Semakin kuat terasa tarikan tanganMu memisahkan.
Sehingga aku mulai melihat jurang itu kembali membesar.
Aku tak pernah tau apa maksudMu.
Kenapa TanganMu meletakkan ku duduk di hadapannya dulu.
Lalu karena ketakutanku padaMu,
Aku lari...
Dan aku masih tak paham,
Ketika tanganMu mendudukkan aku lagi di hadapannya.
Dan karena ketakutanku padaMu,
Aku lari lagi.
Kalau Kau bersedia,
Sembunyikan aku dari keresahan dan harapan kosong. Jauhkan aku dari fatamorgana.
TanganMu pasti mampu melakukannya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment